Wednesday, April 24, 2013

Ada benjolan di pantat tepatnya di bawah tulang ekor,kayak daging jadi,penyakit apa ya ?

Q.

A. Penyakit gatal .

Apakah hepatitis itu?
Q. samapi saat ini saya tdk benar2 tau tentang penyakit hepatitis..apa gejala yg ditimbulkannya dan umur saya 26 th tp saya divonis terjangkit virus hepatitis..sementara saya tdk merasakan keluhan sakit.?

A. Penyakit Kuning

Apakah di keluarga kamu ada riwayat penyakit turunan?
Q. Hmm... klo ada namun tidak ingin menyebutkannya, katakan saja tidak.
Jika berkenan, bisa dijelaskan apa penyakitnya?

Klo kamu menjawab "Tidak", apakah keluargamu mempunyai dokter pribadi (Dokter Keluarga)?

Jangan lupa gosok gigi dan cuci kaki dan tangan ya!

Terima Kasih!

A. Penyakit PIKUN!!!!!!!




Powered by Yahoo! Answers

Tuesday, April 23, 2013

apakah payudara yg besar menandakan bahwa ASI nya bnyk?

Q. ada ga ibu yg tidak mempunyai ASI sama sekali sehingga terpaksa bayinya di beri minum susu formula??

A. 9 Mitos Menyusui dan Faktanya:
1. ASI BELUM KELUAR PADA HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH CAIRAN LAIN
Salah. Memang, banyak ibu yang mengalami kesulitan menyusui di hari pertama dan mengeluhkan ASI-nya tidak bisa keluar. Namun tak perlu cemas karena dihari pertama, selain bayi belum memerlukan cairan tambahan, di dalamtubuhnya pun masih ada cadangan cairan yang cukup.ASI sendiri terdiri atas 88% air. Jadi, kebiasaan memberi cairan seperti susu formula, air putih, teh manis kepada bayi baru lahir tentu kurangtepat. Di banyak negara tindakan ini sudah menjadi kebiasaan dengan alasanagar bayi tidak rewel atau sekadar menghilangkan hausnya. Ditambah lagi, bila cairan itu diberikan dengan dot, selain refleks mengisap bayi jaditidak terasah, ia juga berisiko bingung puting.

2. ASI TIDAK BISA MEMUASKAN BAYI âRAKUSâ
Salah. ASI bisa mencukupi semua kebutuhan asupan makanan dan minuman bayi hingga bayi berusia 6 bulan. Rata-rata kebutuhan cairan bayi pada minggupertama sekitar 80-100 ml/kg per hari, dan meningkat menjadi 140-160 ml/kgpada usia 3-6 bulan. Semua itu cukup dipenuhi hanya dengan ASI. Bahkan bagi bayi superrakus sekalipun.Sebuah penelitian menyebutkan, 98 ribu dari 100 ribu ibu yang mengatakanproduksi ASI-nya kurang, ternyata memiliki cukup ASI. ASI tidak bisaberproduksi secara optimal karena manajemen laktasi yang kurang baik.

Misalnya, tidak tahu posisi menyusui yang tepat, stres, terpengaruhmitos-mitos menyusui, kurang istirahat, dan lain-lain.ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-samamengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Jadi, salah kalau ada yang menganggap payudara kanan mengandungmakanan dan yang kiri minuman. Puaskan bayi pada satu payudara selamakira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindahkan lagi ke payudara pertama.

3. PAYUDARA KENDUR GARA-GARA MENYUSUI
Tidak ada hubungannya. Kendur tidaknya payudara tidak ada hubungannyadengan pemberian ASI. Biang keladi perubahan payudara adalah kehamilan itu sendiri. Saat hamil hormon-hormon membuat payudara penuh berisi ASI. Ukuranpayudara pun terlihat lebih besar dari biasanya. Nah, pascamenyusui, ukuranpayudara kembali normal. Akibatnya, otot-ototnya pun mengendur dan membuat payudara sedikit kendur.Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Lewat pijat atau senam payudarakeindahan bentuk payudara bisa dipertahankan. Pilih juga bra yang tepatagar bisa membuat bentuk payudara tidak kendur. Selain itu, menyusui juga bisa memproteksi payudara dari serangan kanker payudara. Penelitianmembuktikan, risiko terkena kanker mengecil jika ibu menyusui anaknya.

4. SULIT TURUNKAN BB JIKA MENYUSUI
Salah. Konon, menyusui membuat nafsu makan ibu bertambah lahap, sehingga sulit mengatur berat badan. Ini tidaklah tepat. Sebuah penelitianmenyebutkan, menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebihcepat. Kala menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil diubahmenjadi energi. Sebaliknya, timbunan lemak ini sulit disingkirkan jika ibutidak menyusui.

5. UKURAN PAYUDARA TENTUKAN BANYAKNYA ASI
Salah. Banyak tidaknya ASI tidak ditentukan oleh besar kecilnya payudara, tapi tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu. Payudaraberukuran besar kanan bergizi yang cukup dan seimbang.Bahkan menyusui bisa memberi perlindungan terhadap zat kimia beracuntertentu. Pada kecelakaan kebocoran reaktor di Chernobyl, didapat fakta bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit daripada dalamtubuh ibu. Para ahli pun berkesimpulan, ada mekanisme tubuh tertentu yangmenyaring racun sehingga konsentrasinya dalam ASI sangat rendah.

Selengkapnya di:
http://keluargasehat.wordpress.com/2008/03/15/masalah-masalah-asi/

Bagaimana caranya spy bayi saya mau asi lagi!?
Q. Sejak umur 2.5 bulan bayi saya tidak mau asi lagi, saya udah coba berikan asi, tetap bayi saya tidak mau dan selalu menangis. Sekarang bayi saya lebih suka dgn minum susu. Kebetulan saya berikan susu Morinaga BMT. Sampai skr kondisi bayi saya sehat selalu. Dan sekarang asi saya sudah sedikit, bgm caranya spy bayi saya mau menyukai asi lagi krn bagaimanapun saya ingin berikan asi krn asi adalah yang terbaik

A. Mungkinkah ibu yg sudah berhenti menyusui kemudian menyusu kembali ?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mungkin seorang ibu yg sudah tidak menyusui selama 2 bulan katakan dan ASInya betul2 kering, kemudian bisa menyusui kembali ? Saat ini di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh tiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa âistirahatâ dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang atau bahkan terhenti. Nah pada saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk âmempersiapkan diriâ agar dapat bekerja kembali & siap memproduksi ASI.

Bahkan saat ini di belahan dunia sana, mulai banyak para ibu adopsi berhasil menyusui bayi adopsinya, meski sang ibu adopsi tsb tidak/belum pernah hamil. Tentu saja dg semangat yg kuat, support yg bagus & juga teknik tertentu.

Lamanya Relaktasi

Sehubungan dg masa âpersiapanâ organ ASI, ada beberapa hal yang perlu diingat, yaitu tiap wanita membutuhkan waktu yg berbeda untuk menghasilkan ASI. Mungkin ada beberapa ibu yg membutuhkan waktu beberapa hari saja untuk memproduksi ASI secara optimal. Tetapi bila sang ibu berhenti menyusui untuk waktu yg cukup lama, maka biasanya perlu waktu antara 1-2 minggu agar produksi ASI kembali spt semula. Selain itu, usia anak juga memperngaruhi. Misalkan, akan lebih mudah dan lebih cepat bagi tubuh untuk menghasilkan ASI kembali, bila si kecil masih berumur < 2 bulan dibandingkan bila si kecil sudah berumur > 6 bulan. Tapi bukannya mustahil ya[1].

Proses Relaktasi

Bagaimana sih caranya si ibu ini bisa menghasilkan ASI padahal ia sudah berhenti menyusui selama beberapa waktu ?

Memang ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Tapi intinya ada 2 hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara & organ2 produksi ASI dg cara dipompa atau diperas. Kedua, mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Disini biasanya dibutuhkan alat bantu menyusui spt Lactation-aid.

Berikut adalah tips-tips utk menjalankan relaktasi:

1. Siapkan mental & cari dukungan sebanyak2nya. Relaktasi butuh waktu dan kesabran tinggi. Seringkali ibu merasa putus asa. Karenanya ia butuh dukungan & bantuan dari orang2 terdekatnya (suami, teman, keluarga).

2. Hubungi & konsultasi klinik laktasi. Anda butuh arahan & support dari ahli laktasi. Utk melakukan relaktasi butuh teknik2 khusus & treatment khusus dari ahli laktasi. Spt pemberian obat2an tertentu utk membantu hormon produksi ASI (oksitosin) bekerja baik.

3. Susuilah si kecil secara teratur dan sesering mungkin. Juga di sela2 masa menyusui, ibu disarankan utk melakukan pemijatan & pemerahan / pemompaan pada payudara untuk membantu menstimulasi produksi ASI.

4. Di awal2 menyusui, mungkin anda membutuhkan lactation aid, yaitu alat berupa kantung berisi ASI donasi atau susu formula yg digantungkan di leher dan disambungkan ke selang halus yg ditempel di putting payudara ibu. Sehingga ketika anak menyusu, ia melakukan 2 hal sekaligus : mendapatkan nutrisi dari ASI donasi / susu formula & hisapan bayi akan menstimulasi organ produksi ASI yg ada dibawah putting & areola.

5. Lakukan saat ibu & anak dalam keadaan relax. Jangan pernah memaksa anak utk menyusu. Jika ia menolak atau kelelahan dsb tentu akan mengganggu proses jalannya relaktasi. Tunda hingga kondisinya nyaman utk semua. Jika terus dipaksakan bisa2 anak jadi trauma dan ibu jadi frustasi.

6. Sering juga lakukan skin-to-skin contact dg merebahkan anak di dada sang ibu saat ia sedang tidak menyusu. Dan ini sgt dianjurkan pada bayi.

7. Tingkatkan konsumsi makanan yg sehat & bergizi, agar produksi ASI optimal.

Memang masalah relaktasi ini terdengar awam bagi kebanyakan org dan masyarakat kita. Tapi informasi yg perlu diketahui oleh para ortu adalah relaktasi itu dapat & sangat mungkin dilakukan.

Apakah cinta itu dari mata turun ke hati? Bukan dari buah dada?
Q. Apakah menyusui adalah suatu seni?

Orang tua modern jangan egois....
Kasih sayang dimulai dari dekapan ibu menyusui bayi.

Terima kasih untuk yang mau berbagi pendapat, berbagi hati, atau hanya komentar.

A. apakah menyusui adalah suatu seni?

saya dah jadi ibu, dan terus terang pertanyaan anda menggelitik saya.

jadi harus kilas balik ni...
apa ya yang aku rasakan dulu waktu aku menyusui anakku?

selama 16 bulan aku menyusui anakku (berhenti karena dia sendiri yg dah ga mau minum ASI), terus terang aku ga merasakan kegiatan menyusui adalah suatu seni.

sebaliknya...

menyusui adalah suatu kegiatan pemenuhan hasrat...

hasrat... bukan nafsu...

bukankah kita dilahirkan bersama dgn satu dorongan utk memenuhi kebutuhan dasar kita, dan dorongan itu bernama hasrat?

bukankah sudah kodratnya, seorang bayi lahir bersama hasrat utk menyusu utk bertahan hidup?

dan bila dia tidak menyusu, maka hidupnya akan terancam?

bukankah sudah kodratnya, tubuh wanita diciptakan utk memenuhi hasrat memberi susu?

dan bila dia tidak menyusui anaknya, maka tubuhnya akan menderita?

saya tau sakitnya badan karena ASI...
dan betapa leganya ketika ASI ku menemukan muaranya di mulut kecil bayiku...

setiap ibu pasti tau rasanya... pedihnya... nyerinya... sakitnya... kalo tidak memberikan ASI.
saking sakitnya sehingga kalo tidak bisa memberikan ASI (misal karena bayi meninggal, ibu sakit, dll), harus "dilipur" dgn obat penghilang rasa sakit.

alam punya caranya sendiri utk menciptakan ikatan antara ibu dan bayi.
bahwa dari pemenuhan hasrat itu akan melahirkan kasih sayang...
karena bayi akan mengenali detak jantung ibunya...
dan dekapan ibu akan melahirkan ikatan.

senikah menyusui itu?

saya rasa bukan.

seni tergantung dari obyektivitas penikmatnya.

menyusui adalah keajaiban alam, tak peduli siapa pelakunya...
menyusui adalah desain alam utk menjamin kesejahteraan generasi baru.




Powered by Yahoo! Answers

anak saya 10 bulan, sedang batu dan pilek sudah ke dokter tapi sudah 5 hari ngak sembuh juga, gimananya?

Q.

A. bawa aja ke dokter anak

apa cita2mu?klo ada berapa persen keinginanmu untuk mewujudkanya?
Q. klo gw cita2 nya jadi komikus!(jangan kira gambarku jelek yah,gambar gw bagus sampai dipuja2 temen!)tekadnya...99.8%!!!(tekad amat gw...busyettt...)

klo elu?
eh,salah!
9999999999999999999999999.9999999999999
%!!!!!!!!!!!

inspirasi:
Tite Kubo(yang bikin Bleach)ama Masashi Kishimoto(yang bikin Naruto.wkwkwkw!!!
@®iEn_chan â¥577-0275â¥
cita2ku kerend emang!ehehe....

A. dokter anak

100%

HARUS BISA!!!!!!!! hehe

weww kakak

pengen jadi komikus..........ahaha kerennn............

jadi pengen baca komik kk dehh ^^

Produk Dethol cairan antiseptic apakah aman untuk bayi?
Q. Dethol (dettol?) cairan antiseptic yang dicampur dalam air mandi apakah aman untuk kulit bayi berumur 2 bulan?

A. Menurut dokter anak saya, dettol bagus untuk bayi supaya air mandinya bersih & saya sudah menerapkan nya ke anak saya sejak bayi. Tapi mohon di cek lagi ke dokter anak anda supaya lebih jelasnya. Air PAM atau sumur kayaknya agak kurang steril sih.




Powered by Yahoo! Answers

gimana ya kalau sel sperma yang d keluarkan di dalam vagina hanya sedikit??apakah itu akan menyebabkan kehamil?

Q. bagaimana ya kalau sel sperma yang di keluarkan pada vagina hanya sedikit?
apakah itu dapat menyebabkan kehamilan atau tidak?

A. Bisa menyebabkan kehamilan !

Sebuah benda bentuknya kotak kecil putih, jika diberikan makan jadi merah, jika dibiarkan akan jadi biru,?
Q.

A. Alat testpack kehamilan.

aturan pakai gynaecosid?
Q. aturan pakai gynaecosid

A. untuk kehamilan berapa bulan gan..??




Powered by Yahoo! Answers

Monday, April 22, 2013

Saya ingin tahu saya cocok jadi apa?

Q. Saya ingin tahu saya cocok jadi apa. Saya lahir 4 April zodiak Aries,shio Ayam. Bagaimana & dimana saya bisa mengetahuinya???

A. kamu cocok jadi dokter anak

apa cita2mu?klo ada berapa persen keinginanmu untuk mewujudkanya?
Q. klo gw cita2 nya jadi komikus!(jangan kira gambarku jelek yah,gambar gw bagus sampai dipuja2 temen!)tekadnya...99.8%!!!(tekad amat gw...busyettt...)

klo elu?
eh,salah!
9999999999999999999999999.9999999999999
%!!!!!!!!!!!

inspirasi:
Tite Kubo(yang bikin Bleach)ama Masashi Kishimoto(yang bikin Naruto.wkwkwkw!!!
@®iEn_chan â¥577-0275â¥
cita2ku kerend emang!ehehe....

A. dokter anak

100%

HARUS BISA!!!!!!!! hehe

weww kakak

pengen jadi komikus..........ahaha kerennn............

jadi pengen baca komik kk dehh ^^

Produk Dethol cairan antiseptic apakah aman untuk bayi?
Q. Dethol (dettol?) cairan antiseptic yang dicampur dalam air mandi apakah aman untuk kulit bayi berumur 2 bulan?

A. Menurut dokter anak saya, dettol bagus untuk bayi supaya air mandinya bersih & saya sudah menerapkan nya ke anak saya sejak bayi. Tapi mohon di cek lagi ke dokter anak anda supaya lebih jelasnya. Air PAM atau sumur kayaknya agak kurang steril sih.




Powered by Yahoo! Answers

aturan pakai gynaecosid?

Q. aturan pakai gynaecosid

A. untuk kehamilan berapa bulan gan..??

Apakah memasukkan jari pada vagina dapat membuat hamil?
Q.

A. Kehamilan hanya terjadi bila sperma bertemu sel telur

apa klu lom waktunya datang bln lom bisa keliatan hamil?....?
Q.

A. awal kehamilan hanya bs di liat dgn test kehamilan,,,,,




Powered by Yahoo! Answers

help me please.... T_T?

Q. ada yang tau tidak... mengenai penyakit pnuemonia pada balita... dari gejala dan sejenis penyakitnya
kalau bisa saya minta linknya atau berbentuk file pdf,word, dll...
intnya ada refrensi tambahannyaa...
mksh sebelumnya :D

A. Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar balita dan menjadi masalah kesehatan di negara berkembang , termasuk Indonesia. Vaksinasi merupakan upaya terpenting untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas akibat penyakit ini .
Perkembangan kesehatan respirasi anak di negeri ini tak luput dari perhatian Prof.Dr. Mardjanis Said SpA(K). Lebih dari 30 tahun, ia menekuni bidang kesehatan anak khususnya respirologi. Selama itu pula penyakit infeksi pernapasan terutama pneumonia menjadi masalah kesehatan anak dan penyebab kematian balita terbesar di Indonesia.
Pneumonia merupakan 'predator ' balita nomor satu di negara berkembang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2005 memperkirakan kematian balita akibat pneumonia diseluruh dunia sekitar 19 persen atau berkisar 1,6 â 2,2 juta. Dimana sekitar 70 persennya terjadi di negara-negara berkembang, terutama Afrika dan Asia Tenggara. Persentase ini terbesar bahkan bila dibandingkan dengan diare (17 persen) dan malaria (8 persen).

Di Indonesia, prevalensi pneumonia pada balita cenderung meningkat. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 kematian balita akibat pneumonia meningkat, berkisar 18,5 -38,8 persen. "Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga menjadi persoalan negera berkembang yang kondisi lingkungannya buruk dan malnutrisi" kata Prof. dr. Mardjanis Said SpA,, pada pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap dalam Ilmu Kesehatan Anak pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Aula FKUI, 29 April lalu.Pada bayi usia kurang dari dua bulan, terutama pada masa neonatus, pneumonia sukar dibedakan dengan sepsis dan meningitis. Sebab etiologi bakterilogiknya berbeda dengan pneumonia anak usia di atas dua bulan. Di negara maju penyebab terbanyak adalah Sterptococcus grup B sedangkan di negara berkembang dilaporkan sering disebabkan oleh bakteri gram negatif seperti Enterobacter sp, Klebsilla sp, dan Coli sp.
Gambaran klinis, diagnosis dan prognosis pneumonia pada bayi dan balita dipengaruhi oleh berbagai faktor. Antara lain faktor imaturitas anatomis dan imunologis, gejala klinis yang kadang-kadang tidak khas terutama pada bayi, keterbatasan penggunaan prosedur diagnosis invasif, etiologi non infeksi yang relatif lebih sering dan faktor patogenesis. Gambaran klinis pneumonia diklasifikasikan menjadi dua kelompok. Pertama, gejala infeksi umum seperti demam , sakit kepala, gelisah, malaise, nafsu makan berkurang, gejala gastrointestinal seperti mual, muntah atau diare. Kedua, gejala gangguan respiratorik seperti batuk, sesak napas, retraksi dada, takipnu, napas cuping hidung, air hunger dan sianosis.

Pemberian antibiotik merupakan salah satu kunci terapi pneumonia. Pasien pneumonia rawat jalan, diberi antibiotik seperti kortrimoksazol atau amoksisilin yang diberikan secara oral. Sebagai perbandingan, sebuah penelitian multisenter di Pakistan yang membuktikan bahwa pada pneumonia rawat jalan, amoksisilin (25 mg/kg/BB) dan kotrimoksazol (4 mg/kg BB TMP- 20 mg/kg BB sulfametaksazol) 2 kali sehari adalah sama-sama efektif.
Sementara pada pneumonia rawat inap diberikan antibiotik beta-laktam intravena atau kombinasi antibiotik beta-laktam dan kloramfenikol intravena . Di Departemen IKA FKUI/RSCM pneumonia berat yang diberikan kombinasi amoksisilin dan kloramfenikol intravena, sejauh ini efektifitasnya cukup memuaskan. Sebagai referensi, suatu penelitian terapi antibiotik pada anak usia 2- 24 bulan dengan pneumonia berat antara penisilin G intravena (25 000 U/kg BB setiap empat jam plus kloramfenikol (15 mg/kg BB setiap 6 jam) dibandingkan dengan seftriakson intravena (50 mg/kg BB setiap 6 jam) yang diberikan selama 10 hari, efektifitasnya ternyata sama. Walaupun prevalensi pneumokokus resistensi penisilin makin berkembang namun studi bakteriologi klugman masih memberi harapan. Dilaporkan bahwa antibiotik beta-laktam dosis tinggi masih mampu mengatasi aktivitas bakteri gram positif resisten-penisilin. Oleh karena itu antibiotik beta-laktam masih merupakan antibiotik pilihan untuk pengobatan pneumonia
Cegah dengan Imunisasi
Ruang Yahoo answer tidak cukup, tidak bisa dilanjutkan. Baca dari sumber tsb di bawah ini

adakah yang tau tentang imunisasi pneumokokus(IPD) pada bayi?tolong infomasinya ya.trima kasih.?
Q.

A. IPD (Invasive Pneumoccocal Disease), merupakan sekelompok penyakit ganas yang disebabkan kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). âDari 90 tipe kuman pneumokokus, ada 10 tipe yang ganas dan menyerang anak-anak,â kata Dr. Alan Roland Tumbelaka, Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dalam acara media edukasi bertema Cegah Penyakit Pneumokokus, Pembunuh Utama Bayi dan Balita yang diadakan bulan Februari 2007 lalu.

Penyakit apa saja yang disebabkannya?

Kuman pneumokokus menyerang organ-organ vital di dalam tubuh, seperti:

*

Dalam otak, sehingga menyebabkan radang selaput otak (meningitis).
*

Paru-paru, sehingga menyebabkan radang paru (pneumonia).
*

Aliran darah, sehingga menyebabkan infeksi darah (sepsis) dan kegagalan seluruh organ tubuh.
*

Telinga bagian tengah sehingga menyebabkan radang telinga bagian tengah (otitis media akut).

Apa Bedanya Dengan HiB?

Mengingat HiB juga menyebabkan meningitis dan pneumonia, lalu apa beda IPD dan HiB? âYang beda adalah kumannya,â kata Dr. Alan. âHib disebabkan oleh kuman Haemophilus Influensa B - yang mana tidak ada hubungannya sama sekali dengan flu - sementara IPD disebabkan oleh kuman pneumokokus. Jadi meski si kecil Anda sudah mendapatkan imunisasi Hib, risiko terkena meningitis dan radang paru masih bisa terjadi bila ia belum mendapatkan vaksin IPD. Meningitis yang disebabkan pneumokokus, lebih âjahatâ daripada yang disebabkan oleh Hib.â

Apa Gejalanya?

*

Meningitis pada bayi, gejalanya: Demam, rewel/gelisah, susah makan, terus-menerus menangis, lemah, intensitas interaksi berkurang. Pada balita, gejalanya: Demam, kejang tengkuk, sakit kepala, mual, bingung/disorientasi.

*

Pneumonia, tidak terlihat tandanya pada bayi. Pada balita, mungkin tidak tampak gejala gangguan pada pernapasan. Dalam banyak kasus, hanya muncul dalam bentuk demam atau napas yang cepat. Gejala dapat termasuk batuk, lelah/tidak enak badan, demam, sakit di dada, menggigil, sesak napas, sakit di perut dengan atau tanpa muntah.

*

Sepsis, bisa diketahui jika kulit anak Anda terasa dingin, lembap, nadi berdetak lemah, kecepatan denyut jantung tidak normal, pernapasan sangat cepat, hipotensi, oliguria, perubahan status mental.

*

Bacteremia, gejalanya sangat bervariasi, termasuk: Menggigil, panas, rewel, kemerahan pada kulit dan bintik merah, kulit terasa panas atau seperti terbakar.

Bagaimana cara kuman ini menyebar?

Kuman ini dapat berpindah secara mudah melalui udara dan percikan ludah, terutama di kondisi keramaian seperti hunian yang padat dan tempat penitipan anak (TPA) atau playgroup. Saat pergantian cuaca dan musim hujan kuman ini juga menyebar dengan cepat. Kuman yang sudah masuk ke dalam darah akan membuat kondisi semakin berbahaya.

Apakah imunisasi IPD aman bagi bayi dan anak-anak?

Vaksin anti kuman Streptococcus pneumoniae disebut Pneumococcal 7 valent conjugated vaccine (PCV7), yang memberikan solusi dalam pencegahan penyakit akibat kuman pneumokokus. Vaksin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk zat anti (antibodi) yang berfungsi mengenali dan sekaligus membunuh kuman pneumokokus.

Pada studi klinis, reaksi umum dari imunisasi IPD yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan (>38 derajat Celcius), rewel, mengantuk (drowsiness), tidak bisa tidur, berkurangnya nafsu makan, muntah, diare dan kemerahan (rash) pada kulit. Reaksi ini umum ditimbulkan oleh semua jenis vaksin. Dokter sangat menganjurkan agar setelah melakukan imunisasi (apapun), Anda tidak langsung pulang dan menunggu 15 menit untuk mengetahui apakah ada reaksi vaksin.

Berapa kali imunisasi dIberikan?

Jadwal pemberian vaksin IPD dilakukan 4 kali: Pada usia 2, 4, 6 bulan dan antara usia 12-15 bulan dengan kondisi yang telah dikonsultasikan dengan dokter anak. Jika Anda terlambat melakukan imunisasi, Anda tak perlu mengulangnya dari awal dan bisa langsung melanjutkannya. Seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

imunisasi tanpa pengawet?
Q. apa betul ada imunisasi yg tdk mengandung pengawet merkuri? bagi yg tahu, apa contohnya dan seberapa mahal harganya? karna saya baca merkuri itu menjadi salah satu penyebab autisme. saya jadi takut mau kasih imunisasi..
yg saya tanyakan: apa memang benar ada imunisasi yg tidak mengandung pengawet(merkuri). kalo memang ada dimana dan apa jenis imunisasinya, dan seberapa mahal harganya? (karna yg saya baca harganya lebih mahal jadi saya ingin tahu seberapa mahalnya, bagi yg tahu dan pernah mencoba) . dan menurut saya harga nomer 2. yg penting anak sehat dan benar2 gak ada pengawetnya.
yg saya tanyakan: apa memang benar ada imunisasi yg tidak mengandung pengawet(merkuri). kalo memang ada dimana dan apa jenis imunisasinya, dan seberapa mahal harganya? (karna yg saya baca harganya lebih mahal jadi saya ingin tahu seberapa mahalnya, bagi yg tahu dan pernah mencoba) . dan menurut saya harga nomer 2. yg penting anak sehat dan benar2 gak ada pengawetnya.

A. Imunisasi/Vaksinasi tetap harus dilakukan atau di bawa ke dokter spesial anak, karena seperti yang kita ketahui Imunisasi/Vaksinasi baru boleh diberikan pada saat anak kita dalam kondisi kesehatan yang baik/prima.
Nah terkadang kondisi anak kita, secara visual atau fisik memang terlihat sehat namun khan kita tidak tahu benar apa benar2 sehat.
Nah kalau DSA ku biasanya sebelum mengimunisasi, akan memastikan kesehatan anak kita dengan pemeriksaan fisik secara lebih akura, semisal : Suhu tubuh, Kelopak Mata, tenggorokan merah atau tidak, lidah, dan juga menggunakan stetoscop. Nah ini yang tidak bisa kita lakukan karena kita oang awam, bukan seorang dokter.
Sangat beresiko bila membiarkan hanya seorang perawat, atau suster yang menyuntik, apalagi untuk beberapa Imunisasi/Vaksinasi, diberikannya melalui jaringan dibawah kulit, kalau ngak salah Vaksin Tuberkolosis (TBC) yang diberikan di bawah jaringan kulit, makanya setelah beberapa bulan di suntik, maka akan timbul semacam bisul yang akan pecah dengan sendirinya, dan juga sepertinya akan lebih safety bila dilakukan oleh seorang dokter, bahkan beberapa kasus saja disuntik oleh dokter terkadang masih ada yang mengakibatkan kefatalan atau masalah, bagaimana kalau disuntik oleh suster.

Mengenai harga vaksin memang tidak bisa disamakan antara satu rumah sakit dengan yang lainnya apalagi bila dibandingkan dengan puskesmas, posyandu atau klinik lainnya, nah itu tergantung saja yang penting eksekutor imunisasi menurut saya harus seorang dokter special anak, mungkin pengecualian untuk imunisasi Polio karena pakai sistem oral atau diteteskan di mulut saja.

Harga Vaksin yang membedakan biasanya adalah buatannya, kalau buatan pabrik bandung tentunya lebih murah dibadingkan misalnya buatan pabrik dari Luar negri. karena seperti kita ketahui Vaksin HIB misalnya, ada yang bisa membuat panas, ada yang tanpa panas, begitu juga ada yang masih mengandung zat pengawet Thimerosal (Yang masih kontroversi sebagai penyebab Autis) dan ada juga yang bebas Thimerosal, dan tentunya harga nya pasti berbeda.
Kalau saya sebisa mungkin akan memberikan yang terbaik bagi anak kami, dan selalu saya berusaha memilih yang tanpa panas dan tanpa zat pengawet Thimerosal, apalagi untuk imunisasi wajib, sedangkan untuk imunisasi tambahan yang kalau perlu dipikir pikir dulu deh dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.

Bahkan kalau kita di cover asuransi kesehatan, boleh kita akalin dengan cara memisahkan antara biaya dokter dengan biaya Vaksin, dan biaya dokternya kita klaim ke Asuransi, dengan meminta bantuan dan kerjasama DSA kita tentunya dan beberapa dokter juga ngak masalah koq dgn hal ini, khan tidak merugikan dia, misalnya hanya ditulis gejala pilek, karena khan gejala pilek khan tidak perlu diberi obat khusus bisa dikasih tempra saja cukup koq bahkan kaau perlu tidak usah di kasih obat.

Seperti kata iklan, Buat Anak Koq Coba Coba, kalau menurut saya bagi anak apapun dan berapapun akan kita korbankan bahkan nyawa kita sekalipun kalau perlu kita korbankan, apalagi kalau hanya bicara uang dan kebetulan kita mampu kenapa tidak dan kenapa kita perlu hitung hitungan, lagi pula Vaksinasi tidak perlu uang sampai milyaran namun ingat pengaruhnya untuk seumur hidup anak kita.
Sekali lagi, mungkin kita perlu bijaksana dalam bertindak dan bersikap, kalau membandingkan harga rumah sakit boleh boleh saja, tetapi kalau mengabaikan keselamatan dan kesehatan anak kita sebaiknya jangan pernah kita lakukan.
Coba pikirkan kalau anak kita terkena penyakit yang tidak kita beri imunisasi berapa banyak lagi uang yang harus kita keluarkan ? Rugi Mana ?
atau anak kita ada apa2 karena imunisasi/vaksinasi oleh perawat/suster/bidan ? apa kita ngak keluar uanglebih banyak ?




Powered by Yahoo! Answers